Aktivitas & Galeri

Melakukan Anti Perundungan dan Tindak Kekerasan dengan Pembentukan Agen Perubahan pada SMK Bina Nusantara

Pemateri dari KPAD Kabupaten Subang

Selasa, 26 Oktober 2021 | 10:55 WIB
Oleh : Muhammad Husnul Ibad / Mahasiswa MSDM – Politeknik Ketenagakerjaan

Subang, smkbinanusantara.sch.id – Program Pencegahan Perundungan (Roots) ini dikembangkan dalam rangka upaya pencegahan dan penanganan kekerasan antar teman sebaya yang berfokus menciptakan iklim yang aman dan nyaman di sekolah dengan mengaktivasi peran siswa sebagai Agen Perubahan terutama di SMK Bina Nusantara Cisalak.

Pemaparan materi

“Program Roots merupakan program yang sangat positif yang berupaya mencegah kekerasan di kalangan peserta didik, berfokus untuk membangun iklim yang aman dan tentram di SMK Bina Nusantara Cisalak khususnya. Program ini dijalankan dengan mengaktivasi peran siswa sebagai Agen Berpengaruh atau disebut Agen Perubahan dan dibimbing oleh guru fasilitator yang sudah dibekali oleh bimbingan teknisnya secara daring oleh PUSPEKA (Pusat Penguatan Karakter) Jakarta. (22 Oktober 2021)

Setelah terbentuknya para agen perubahan di SMK Bina Nusantara Cisalak ini, maka mereka 30 Siswa terpilih akan diberikan materi terkait pencegahan perundungan sebanyak 15 sesi pertemuan. Hasilnya, agen perubahan akan membuat karya promosi anti perundungan berupa puisi, poster, film pendek, lagu dan karya lainnya yang akan dipamerkan dalam kegiatan Roots day.

Sementara itu, Komisioner KPAD Kabupaten Subang selaku Pemateri yang hadir, Kabidin, SE. MM didampingi oleh Wita Puspita Rosa dan Nani Suryani selaku Tim Asistensi KPAD Kabupaten Subang menyampaikan Program Roots dari Kemendikbudristek bersama UNICEF Indonesia dan Pusat Penguatan Karakter diprioritaskan untuk sekolah penggerak jenjang SMP, SMA dan SMK.

Di Kabupaten Subang, ada beberapa Sekolah Penggerak SMK yakni SMK Bina Nusantara Cisalak dan SMKN Cijambe. Selain itu, sebagai salah satu kabupaten yang mencanangkan sekolah ramah anak, salah satu indikatornya adalah sekolah harus aman, tidak ada kekerasan, diskriminasi, perundungan, dan kesalahan lainnya yang merugikan peserta didik.

Program roots ini menjadi penting. Sebab, agen perubahan ini akan menjadi contoh dan role model bagi teman sebayanya” katanya.

Ia berharap, program ini dapat berkelanjutan sehingga sekolah betul-betul bisa mencegah adanya bullying di lingkungan sekolah.

Program ini juga mendapat antusias dari para agen perubahan dan didukung oleh para pengajar, salah satunya RA. Santiani Karina, S.Pd. Ia mengaku sangat bersemangat dan akan mengajak para Agen Perubahan terpilih nantinya untuk menghindari dan tidak melakukan bullying.

“Saya akan mengajak para Agen Perubahan untuk diberikan wawasan perihal Bullying agar tidak melakukan perundungan dan sekolah ini dan menjadi sekolah yang lebih baik lagi,” pungkasnya.